Monday - Saturday, 8AM to 10PM
Call us now -

Jurnal Pembelajaran by Yunila Sari, S.Pd (Kepala Madrasah)

Di susun oleh: Yunila Sari, S.Pd

Dalam rangka menyelesaikan tugas Pendidikan Profesi Guru Kemenag Tahun 2025

 

JURNAL PEMBELAJARAN AKSI NYATA

MERANCANG PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

 

  • Apa itu Pembelajaran Berdiferensiasi?

Pembelajaran dengan pendekatan berdiferensiasi adalah pendekatan pembelajaran yang memahami bahwa setiap peserta didik adalah unik dan memiliki kebutuhan belajar yang berbeda. Pendekatan yang menyesuaikan materi, proses, dan produk pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan, minat, dan gaya belajar dari masing-masing peserta didik. Tujuan utama pembelajaran dengan pendekatan berdiferensiasi adalah untuk memberikan keleluasaan kepada peserta didik untuk memilih topik materi yang sedang diajarkan sesuai dengan minat, bakat, kesiapan, dan potensi mereka.

 

  • Tujuan Pembelajaran Berdiferensiasi
  1. Memenuhi kebutuhan belajar peserta didik
  2. Membimbing peserta didik mencapai potensi yang maksimal
  3. Meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran aktif

 

  • Manfaat Pembelajaran Berdiferensiasi

Penerapan pembelajaran berdiferensiasi di kelas memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah memaksimalkan potensi setiap peserta didik dan meningkatkan pengalaman belajarnya, khususnya di Madrasah Tsanawiyah (MTs). Pembelajaran berdiferensiasi adalah metode mengajar yang menggunakan teknik bervariasi berdasarkan keragaman dan kebutuhan peserta didik.

Peserta didik diharapkan bisa mengembangkan potensi yang ada pada dirinya saat berperan aktif dalam pembelajaran yang menyenangkan di kelas adalah salah satu manfaat dari pembelajaran berdiferensiasi. Peserta didik juga bisa mengembangkan keterampian, bukan hanya pemahaman materi.

 

  • Keberagaman Kondisi Peserta Didik
  1. Gaya belajar yang berbeda, dalam hal:
  • Visual : melihat informasi
  • Audiotori : mendengar informasi
  • Kinestetik : melakukan atau mengalami secara langsung
  1. Kecerdasan yang berbeda
  2. Lingkungan yang berbeda

 

  • Komponen Pembelajaran Berdiferensiasi

Komponen utama dalam menerapkan konsep pembelajaran berdiferensiasi adalah sebagai berikut:

  1. Diferensiasi Proses : menggunakan berbagai metode pembelajaran untuk mengakomodasi berbagai gaya belajar, seperti diskusi kelompok, permainan edukatif, dan aktivitas praktikum.
  2. Diferensiasi Konten : penyesuaian materi yang diajarkan untuk memenuhi berbagai kemampuan peserta didik seperti gaya belajar dan minat peserta didik yang bertujuan agar setiap peserta didik dapat memahami materi yang sedang diajarkan.
  3. Diferensiasi Produk : penyesuaian hasil akhir atau produk tugas peserta didik, seperti proyek ataupun presentasi di depan kelas kepada teman-teman nya, yang bertujuan untuk mencerminkan berbagai tindakan kemampuan peserta didik sesuai dengan keinginan masing-masing.

Guru dapat menciptakan pembelajaran yang relevan dan bermakna, salah satunya dengan cara menerapkan komponen pembelajaran berdiferensiasi. Memastikan bahwa peserta didik mendapatkan dukungan yang diperlukan sesuai dengan gaya belajar, minat, dan tingkat kemampuan peserta didik.

 

  • Tahapan Perencanaan

Tahapan perencanaan dalam pembelajaran berdiferensiasi adalah:

  1. Pembelajaran aktif
  2. Pembelajaran berpusat pada peserta didik
  3. Asesmen berkelanjutan
  4. Umpan balik konstruktif

 

  • Pemetaan Awal
  1. Asesmen Diagnostik

Tes awal bertujuan untuk mengetahui kemampuan dasar peserta didik sehingga dapat dijadikan pedoman perencanaan.

  1. Observasi Gaya Belajar

Mengamati interaksi peserta didik dengan materi ajar dan aktivitas dalam pembelajaran sehingga menjadikan sebagai dasar pengelompokkan sesuai gaya belajar, kemampuan, dan minat.

 

  • Implementasi
  1. Menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi seperti ceramah, diskusi, dan projek yang bertujuan untuk mendorong, mengeksplorasi, dan menumbuhkan kreativitas tiap peserta didik.
  2. Menyediakan pilihan tugas, seperti tugas tertulis, presentasi, maupun projek yang bertujuan menumbuhkan minat serta keinginan peserta didik untuk mengikuti pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
  3. Menyediakan waktu belajar baik secara mandiri maupun berkelompok.
  4. Memberikan tugas yang berbeda berdasarkan tingkat kemampuan dan gaya belajar peserta didik.

 

  • Evaluasi dan Refleksi
  1. Melakukan asesmen formatif menggunakan kuis, observasi langsung, dan diskusi untuk melihat perkembangan peserta didik.
  2. Melakukan refleksi Bersama peserta didik untuk mengevaluasi tiap pembelajaran dan apa saja yang menjadi hambatan peserta didik sehingga memunculkan umpan balik peserta.

 

  • Gagasan yang Saya Dapatkan Setelah Mempelajari Konsep Pembelajaran Berdiferensiasi
  1. Melakukan pemetaan awal kemampuan peserta didik, untuk mengidentifikasi kemampuan dasar, tingkat kemampuan, serta gaya belajar peserta didik melalui asesmen awal.
  2. Menyusun rencana pembelajaran yang fleksibel, dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
  3. Menggunakan metode yang bervariasi untuk memenuhi gaya belajar serta tingkat kemampuan masing-masing peserta didik.
  4. Penilaian yang beragam, baik itu melalui asesmen formatif maupun sumatif yang dapat diambil serta diamati secara menyeluruh kemampuan peserta didik.

 

  • Pembelajaran Berdiferensiasi yang Cocok Digunakan di Madrasah Tempat Saya Mengabdi, yaitu:

Semua jenis pembelajaran berdiferensiasi menurut Saya cocok dilaksanakan di Madrasah tempat Saya mengabdi, karena tiap-tiap jenis nya memiliki tujuan yang sama yaitu meningkatkan kemampuan peserta didik.

 

  • Rancangan Pembelajaran Berdiferensiasi
  1. Identitas

Nama Penyusun          : Yunila Sari, S.Pd

Instansi                       : MTs Raudhatul Mukminin Bandar Lampung

Tahun Pelajaran          : 2025/ 2026

Kelas/ Fase/ Semester : VII/ D/ Ganjil

Mata Pelajaran            : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Tema                           : Keluarga Awal Kehidupan

Alokasi Waktu            : 2 JP ( pertemuan ke-3)

  1. Capaian Pembelajaran (CP)
  • Peserta didik mampu memahami dan memiliki kesadaran akan keberadaan diri serta mampu berinteraksi dengan lingkungan terdekatnya.
  1. Tujuan Pembelajaran (TP)
  • Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan Lokasi absolut.
  • Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan Lokasi relatif.
  1. Metode Pembelajaran
  2. Konten
  • Peserta didik dengan kemampuan yang lebih tinggi dapat diberikan materi yang lebih kompleks, yaitu menganalisis artikel mengenai lokasi absolut dan relatif setiap wilayah yang dapat memiliki pengaruh berbeda dengan wilayah lain.
  • Memberikan sumber bacaan yang sesuai dengan minat dan kemampuan peserta didik, seperti artikel, video, atau gambar lokasi madrasah melalui google map.
  1. Proses
  • Mengadakan diskusi kelompok dengan panduan yang berbeda, peserta didik dapat memilih topik diskusi sesuai minat mereka, misalnya mengidentifikasi lokasi absolut dan relatif madrasah, rumah, dan negara.
  1. Produk
  • Peserta didik memilih untuk menyajikan hasil pembelajaran mereka secara berkelompok. Mereka dapat menggunakan berbagai media, seperti presentasi power point, poster, atau hasil gambar dari pencarian di google map.
  • Memberikan opsi kepada peserta didik untuk membuat portofolio kreatif yang mencakup cerita, gambar, atau karya seni yang mencerminkan pemahaman terhadap lokasi absolut dan relatif.
  1. Perencanaan Kegiatan Pembelajaran
  2. Kegiatan Pendahuluan
  • Guru mengucapkan salam, berdoa, serta mengecek kehadiran peserta didik, kebersihan kelas, dan kesiapan belajar peserta didik.
  • Guru memberikan motivasi kepada peserta didik untuk lebih semangat dalam belajar.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik “Apa pengaruh Lokasi relatif dalam kehidupan? Mengapa Lokasi relative bersifat dinamis? Mengapa Lokasi absolut bersifat tetap?”.
  • Guru menampilkan dan mendemonstrasikan penggunaan google map untuk mencari Lokasi madrasah. Peserta didik diminta untuk mengamati Lokasi tersebut. Setelah itu dilakukan kegiatan tanya jawab kepada siswa terkait deskripsi letak sekolah dan letak astronominya.

 

  1. Kegiatan Inti

Guru menjelaskan tentang petunjuk kerja dan tugas dari lembar aktivitas kelompok  untuk mengidentifikasi karakteristik Lokasi absolut dan relative yang disertai dengan contoh. Kegiatan ini bertujuan memberi pemahaman kepada peserta didik bahwa Lokasi suatu wilayah di permukaan bumi dapat memengaruhi wilayah disekitarnya. Contoh letak relative yaitu suatu tempat yang terletak di tepi jalan raya memiliki harga yang lebih mahal.

Proses saling tukar hasil temuan peserta didik dapat dilakukan dalam waktu  singkat, setelah itu guru melakukan tanya jawab dengan peserta didik terkait hasil identifikasi.

  • Peserta Didik Mengidentifikasi Masalah

Setelah siswa mengidentifikasi terkait perbedaan Lokasi absolut dan relative, selanjutnya guru mendorong siswa mengajukan berbagai pertanyaan yang mengarah pada HOTS. Beberapa pertanyaan yang diajukan misalnya apa pengaruh Lokasi relative dalam kehidupan? Mengapa Lokasi relative bersifat dinamis? Mengapa Lokasi absolut bersifat tetap?

  • Peserta Didik Mengelola Informasi

Peserta didik mengolah informasi di bawah bimbingan guru. Kegiatan ini dapat dilakukan secara berkelompok dengan menerapkan model pembelajaran Discovery Learning. Berikut tahapan Discovery Learning dalam pembelajaran Lokasi suatu wilayah di permukaan bumi:

  1. Stimulasi (Pemberian Rangsangan)
  • Guru membimbing peserta didik untuk membuka aplikasi google map. Setelah itu peserta didik diminta menuliskan Alamat mereka pada kolom pencarian di aplikasi tersebut.
  • Guru menunjukkan artikel terkait Lokasi relative,
  1. Identifikasi Masalah
  • Guru mebimbing peserta didik untuk merumuskan pertanyaan terkait karakteristik Lokasi absolut dan relative.
  • Guru dan peserta didik melakukan tanya jawab terkait dengan dampak dari Lokasi absolut dan relative bagi kehidupan.
  • Setiap kelompok merumuskan pertanyaan yang akan menjadi bahan diskusi.
  1. Mengumpulkan Data/ Informasi
  • Peserta didik mengumpulkan informasi untuk menjawab pertanyaan mengenai jenis Lokasi apa yang memengaruhi kenaikan harga tersebut? Mengapa bisa terjadi kenaikan harga lahan di sekitar bandara baru?
  1. Pengolahan Data
  • Peserta didik diminta menganalisis informasi yang sudah dikumpulkan untuk menjawab pertanyaan yang telah dibuat, misalnya untuk menjawab pertanyaan jenis lokal apa yang memengaruhi kenaikan harga tersebut? Mengapa bisa terjadi kenaikan harga lahan di sekitar bandara baru?
  • Peserta didik diminta mendiskusikan jawaban yang telah dikumpulkan dengan anggota kelompoknya.
  1. Menarik Kesimpulan
  • Peserta didik dan kelompok diminta mempresentasikan hasil analisis dan diskusi dari pertanyaan yang dirumuskan.
  • Kelompok lain memberikan tanggapan terhadap hasil diskusi kelompok yang melakukan presentasi.
  • Guru dan peserta didik memberikan Kesimpulan dari pertanyaan atau tanggapan yang diajukan.
  • Peserta Didik Merencanakan dan Mengembangkan Ide
  1. Hasil pengolahan informasi disajikan dalam bentuk laoran.
  2. Peserta didik secara mandiri mengidentifikasi Lokasi absolut dan relative tempat tinggalnya.
  • Peserta Didik Melakukan Refleksi dan Aksi
  1. Guru memfasilitasi peserta didik menemukan simpulan pembelajaran.
  2. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan pendapat atau pertanyaan.
  3. Penguatan dan pengayaan dilakukan untuk mengembangkan kompetensi peserta didik.

 

  1. Penutup
  • Peserta didik bersama guru merefleksikan kesulitan dan manfaat yang didapat dalam pembelajaran.
  • Guru mengagendakan materi ajar untuk pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup Pelajaran dengan doa dan salam sapa.

 

  1. Refleksi Pembelajaran
  2. Apakah aku sudah melakukan pembelajaran secara bertanggung jawab?
  3. Apakah aku sudah mengumpulkan tugas secara tepat waktu?
  4. apakah aku sudah berkolaborasi dengan baik Bersama teman-temanku?
  5. Apakah aku sudah berhasil mengidentifikasi Lokasi absolut dan relative tempat tinggal?

 

  1. Bahan Bacaan Peserta Didik

Lokasi merupakan letak objek di permukaan bumi. Lokasi dibedakan menjadi Lokasi absolut dan relative. Lokasi absolut merupakan letak yang bersifat tetap terhadap system koordinat. Contoh dari Lokasi absolut yaitu Indonesia terletak pada 6. Letak ini tidak akan berubah selama system koordinat yang digunakan sebagai dasar perhitungan masih menggunakan garis Ekuator dan Meridian Greenwich.

Lokasi relative merupakan letak tempat yang dapat berubah karena keadaan disekitarnya. Sebagai contoh, awalnya sebelum tahun 2000 Banten masuk ke dalam wilayah Propinsi Jawa Barat, namun dengan adanya pemekaran wilayah maka di tanggal 17 Oktober 2000, Banten menjadi Propinsi tersendiri dengan ibu kota Propinsi di Serang. Lokasi relative memiliki pengaruh pada nilai suatu objek. Lokasi di dekat jalan raya memiliki harga tanah yang lebih mahal tetapi kurang sesuai untuk tempat tinggal karena suara bising dan bahaya polusi udara dari kendaraan. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa Lokasi yang berkaitan dengan keadaan sekitarnya memiliki kelebihan dan kekurangan.

 

 

  1. Lembar Kerja Peserta Didik

Lembar Aktivitas Kelompok

  1. Buatlah kelompok yang terdiri dari 3-5 orang
  2. Setelah itu, kalian dapat mengunduh aplikasi GPS Esential melalui handphone kalian.
  3. Cari Alamat tempat tinggal kalian masing-masing melalui GPS, setelah itu tulislah hasil pencarian kalian dalam table berikut!

No

Nama Siswa

Lokasi Absolut

Lokasi Relatif

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Perhatikan bacaan/ artikel berikut!

Harga Tanah di Sedayu Bantul Juga Melejit Gara-Gara Bandara Baru

 

Harga tanah di sekitar Yogyakarta International Airport (YIA) melambung hingga Rp 10 juta per meter persegi. Tidak hanya di dekat bandara baru, harga tanah di Sedayu, Bantul yang dilintasi menuju bandara juga ikut terdongkrak. Euphoria megaproyek YIA dirasakan semua sudut hingga yang jauh dari zona bandara. Harga tanah terus menjulang tinggi. Daerah yang sebelum ada proyek Pembangunan bandara harga tanahnya Rp 500.000 per meter persegi, sekarang sudah lebih dari Rp 1 juta. Harga kavling rumah di Sedayu dengan luasan 80-100 meter sebelumnya berkisar Rp150 juta, sekarang sudah mencapai Rp 400juta.

 

Sumber: Harian Jogja.com

 

  1. Diskusikanlah dengan kelompok kalian, jenis Lokasi apa yang memengaruhi kenaikan harga tersebut? Mengapa bisa terjadi kenaikan harga lahan di sekitar bandara baru?
  2. Presentasikan hasil diskusi kelompok kalian di depan kelas.

 

 

 

  • Umpan Balik terhadap Jurnal oleh Rekan Sejawat

Berikut beberapa umpan balik yang diberikan:

  1. Umpan Balik dari Pengawas MTs Raudhatul Mukminin kota Bandar Lampung

(Dra. Yenny Diahastaty, M.Pd)

 

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saya mengapresiasi dengan sangat baik jurnal yang disusun oleh Ibu Yunila Sari, S.Pd. yang menunjukkan pemahaman dan penerapan yang tepat terhadap konsep pembelajaran berdiferensiasi. Beberapa catatan positif dan masukan konstruktif berikut Saya sampaikan sebagai bentuk pendampingan professional.

Apresiasi positif

1.     Pemahaman Konsep:

Penjelasan mengenai pembelajaran berdiferensiasi cukup lengkap dan sistematis, mencakup diferensiasi konten, proses, dan produk. Hal ini menunjukkan bahwa Ibu Yunila telah memahami filosofi dan prinsip utama pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

2.     Implementasi di Lapangan:

Rencana pelaksanaan pembelajaran sudah menggambarkan penerapan nyata strategi berdiferensiasi, termasuk pemetaan awal, observasi gaya belajar, dan pemberian tugas yang bervariasi. Penggunaan Google Maps juga menunjukkan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

3.     Integrasi Model pembelajaran Discovery Learning:

Penggunaan Model pembelajaran Discovery Learning dalam kegiatan inti menunjukkan upaya untuk mendorong peserta didik agar aktif mengeksplorasi pengetahuan secara mandiri dan kolaboratif.

4.     Kegiatan Refleksi dan Penilaian:

Adanya refleksi dan penilaian formatif menunjukkan bahwa pembelajaran yang dirancang tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga pada proses belajar peserta didik.

Masukan Konstruktif

1.     Keterpaduan antara CP, TP, dan Aktivitas:

Sebaiknya dibuat keterkaitan yang lebih eksplisit antara Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), dan kegiatan pembelajaran. Hal ini akan memudahkan evaluasi keberhasilan pembelajaran dan membantu dalam penyesuaian strategi jika diperlukan.

2.     Penyesuaian Redaksi dan Ketepatan Bahasa:

Terdapat beberapa kesalahan ketik dan penggunaan Bahasa seperti “akus” yang seharusnya “aku”, serta “identiikasi” yang seharusnya “identifikasi”. Sebaiknya dilakukan penyuntingan ulang agar lebih rapih dan professional.

3.     Penguatan Analisis Diferensiasi Produk:

Pada bagian produk, akan lebih baik jika diberikan contoh konkret hasil karya dari tiap kelompok/ tipe peserta didik agar pembaca dapat membayangkan ragam output yang mungkin dihasilkan.

4.     Evaluasi Keberhasilan Strategi Berdiferensiasi:

Tambahkan catatan reflektif atau penilaian diri dari guru terkait efektivitas strategi berdiferensiasi yang diterapkan. Apakah strategi tersebut berhasil menjangkau seluruh keberagaman siswa? Apa tantangan dan solusinya?

 

Kesimpulan:

Secara umum, jurnal ini telah menunjukkan bahwa Ibu Yunila Sari mampu merancang pembelajaran yang responsive terhadap kebutuhan peserta didik. Dengan sedikit perbaikan teknis dan pendalaman pada aspek evaluasi keberhasilan strategi, jurnal ini sangat layak dijadikan contoh praktik baik (best practice) dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi di MTs.

Terus semangat dan sukses selalu dalam mendampingi peserta didik menjadi pembelajar yang aktif dan mandiri.

 

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

         

 

              

             

  1. Umpan Balik dari Kepala MTs NU Tanjung Karang Kota Bandar Lampung

( Holida Hanum, S.Pd.I)

 

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Terima kasih telah membagikan jurnal pembelajaran ini. Secara umum, jurnal sudah disusun dengan cukup baik dan menunjukkan pemahaman yang baik terhadap konsep pembelajaran berdiferensiasi.

Jurnal ini sudah menunjukkan pemahaman dan implementasi awal yang baik terhadap pembelajaran berdiferensiasi. Dengan sedikit penyempurnaan pada aspek kebutuhan murid dan strategi yang lebih konkrit, saya yakin jurnal ini akan semakin kuat dan aplikatif.

Semoga jurnal ini membawa manfaat dalam proses PPG dan juga praktik pembelajaran di kelas. Sukses selalu dan terus semangat belajar dan berbagi.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

    

  1. Umpan Balik dari Rekan Guru

(Lisna Susanti, S.Pd.I)

 

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Jurnal yang ibu buat, sudah Saya baca dengan seksama. Disini Saya melihat, ibu sudah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi secara konsisten, siswa menjadi aktif dengan metode yang ibu terapkan, juga proses penilaian yang beragam.

Demikian umpan balik yang dapat sampaikan. Semoga terus dapat dikembangkan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

 

 

 

Komentari Tulisan Ini
Kepala Sekolah
YUNILA SARI, S.Pd

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Segala puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat, taufik, dan…

Iklan
MTS RAUDHATUL MUKMININ